LOADING0

PT BREWIN MESA SUTERA TUNJUK PERUSAHAAN KONSTRUKSI NO.1 DI DUNIA SEBAGAI KONTRAKTOR UTAMA UNTUK PROYEK APARTEMEN THE LANA

News  -  Thursday, 09 November 2017

Jakarta, 9 November 2017 - Hari ini, PT Brewin Mesa Sutera, pengembang properti terkemuka dari Singapura, menunjuk kontraktor utama untuk proyek apartemen perdana mereka "THE LANA" ke PT. China State Construction Overseas Development Shanghai (Indonesia), Anak Perusahaan dari China State Construction Engineering Corp. Ltd. (CSCEC), perusahaan konstruksi No. 1 di dunia dan berada di peringkat 24 di Fortune Global 500.

Dengan total biaya pembangunan senilai Rp 1,3 triliun, THE LANA adalah proyek apartemen mewah yang terletak di kawasan bergengsi Alam Sutera, yang dikembangkan oleh PT. Brewin Mesa Sutera, yang merupakan perusahaan gabungan dari pengembang asal Singapura Brewin Mesa Pte. Ltd. ("Brewin Mesa") dan Shenning Emerging Asia Real Estate Fund Pte. Ltd. ("Shenning").

Sewaktu penunjukkan kontraktor utama THE LANA kepada CSC, Brewin Mesa dan Shenning melihat keunggulan CSC dalam keterampilan teknis dan kemampuan pengerjaan demi memenuhi janji kepada pembeli THE LANA dengan memberikan apartemen mewah dengan kualitas konstruksi terbaik dan tepat waktu.

"Hari ini adalah momen yang sangat penting bagi kami, dimana kami menunjuk CSC sebagai kontraktor utama untuk THE LANA . Pemilihan kontraktor utama merupakan peristiwa penting bagi kami untuk memenuhi janji kami untuk membangun THE LANA agar tepat waktu, terutama kepada pembeli serta dibangun dengan kualitas terbaik. Dalam memilih CSC untuk membangun proyek pertama kami di Jakarta, kami mengakui pengalaman ekstensif mereka dalam membangun berbagai gedung tinggi yang mewah di seluruh dunia dan kemampuan konstruksi mereka yang unggul. Mereka bukan hanya perusahaan konstruksi No. 1 di dunia, tapi juga telah menyelesaikan bangunan super-tall, hotel-hotel mewah dan apartemen di seluruh Asia. Sebagai proyek apartemen pertama CSC di Indonesia, saya yakin mereka akan memberikan perhatian khusus pada proyek kami dan menggunakannya sebagai tolak ukur kemampuan mereka dalam membangun proyek apartemen mewah, "kata Bill Cheng, selaku Presiden Direktur PT Brewin Mesa Sutera.

CSC adalah perusahaan konstruksi terbesar di dunia dan berada di peringkat 24 di Fortune Global 500. Perusahaan ini telah membangun 6.000 proyek di lebih dari 48 negara di seluruh dunia dan memperoleh pendapatan sebesar USD141 miliar pada tahun 2016. Mereka juga secara konsisten berada di daftar atas Global Contractor dan telah memenangkan berbagai penghargaan internasional yang bergengsi dalam bidang teknik. CSC juga merupakan salah satu perusahaan konstruksi yang paling kuat secara finansial di dunia, dengan peringkat "A" dengan Stable Outlook by Standards & Poor, Moody dan Fitch Ratings, yang tertinggi dalam bisnis konstruksi.

Di Asia, CSC telah menyelesaikan banyak proyek high-end di kota-kota utama di Asia - hotel mewah, gedung perkantoran Grade A dan gedung apartemen mewah. CSC juga telah menyelesaikan sebagian besar gedung super tinggi di dunia, termasuk The World Financial Centre (sebuah Grade A Office Tower dan Hyatt Hyatt bintang 5, Shanghai), Tianjin Chow Tai Fook Center (sebuah Grade A Office Tower dan Hotel super bintang lima, Tianjin), The Astaka di Johor Bahru, Malaysia (gedung hunian tertinggi di Asia Tenggara). Di Indonesia, CSC sedang membangun Signature Tower di SCBD, gedung tertinggi di Asia, dan juga Indonesia One, dua menara perkantoran Grade A dengan jumlah 60 lantai di pusat CBD Jakarta. THE LANA akan menjadi proyek apartemen mewah pertama CSC di Indonesia. 

Sejalan dengan strategi CSC, "klien terkemuka, pasar yang andal dan proyek yang luar biasa", dukungan CSC atas perjanjian ini menunjukkan kepercayaannya pada Brewin Mesa dan Shenning, serta komitmen jangka panjangnya untuk Indonesia. CSC sangat antusias dengan kesempatan tersebut dan berkomitmen untuk memberikan kualitas konstruksi tertinggi untuk proyek ini dan menjadikan tolok ukur baru untuk apartemen mewah di Indonesia.

Li Jie, Direktur Eksekutif PT China State Construction Overseas Development Shanghai mengatakan: "Dalam menerima kerjasama untuk membangun THE LANA, CSC menyadari visi ambisius PT Brewin Mesa Sutera untuk menetapkan tolak ukur untuk apartemen bertingkat tinggi. Kami mengekspresikan antusiasme dan komitmen kami untuk memberikan kualitas konstruksi tertinggi untuk proyek ini sehingga akan menjadi patokan untuk apartemen mewah di Indonesia. " 

Li Jie menambahkan: "Sebagai perusahaan konstruksi terbesar di dunia dengan rencana ekspansi global yang agresif, kami menyadari peluang besar bagi kami di Indonesia. Kami berencana membangun bisnis jangka panjang di Indonesia, dengan tujuan untuk menjadi salah satu kontraktor papan atas di negara ini. Untuk membangun track record, kami hanya akan menerima proyek paling bergengsi untuk beberapa kontrak pertama kami, dan berjanji untuk memberikan yang terbaik. Proyek pertama kami adalah Indonesia One, dua menara perkantoran Grade A dengan jumlah 60 lantai yang terletak di sebelah Plaza Indonesia dan kami baru saja mendapatkan kontrak untuk Signature Tower di SCBD. Menyadari ambisi PT Brewin Mesa Sutera untuk membangun proyek berkualitas, kami menerima kontrak utama THE LANA sebagai gedung apartemen pertama kami di Indonesia.” 

Bill Cheng menambahkan: "Kami berharap THE LANA tidak hanya akan memperluas pilihan perumahan bagi siapa saja yang ingin tinggal di kawasan bergengsi Alam Sutera atau Jakarta Barat, tetapi juga melampaui rekan-rekannya dengan menawarkan arsitektur yang berbeda serta memberikan gambaran tipologi baru untuk tinggal di gedung tinggi kepada kehidupan urban Jakarta, dibangun dengan kualitas terbaik. Sebagai proyek terlaris di Tangerang di kelasnya selama 3 bulan berturut-turut, pembeli Lana telah mengakui kualitas dan keunikan yang ditawarkan oleh THE LANA".

Berlokasi di Alam Sutera dan hanya sejauh 10 menit dari Puri Indah, Jakarta Barat, THE LANA memposisikan dirinya di segmen high-end dan ditujukan untuk investor dan penghuni - keluarga muda dan profesional yang trendi. THE LANA dirancang oleh arsitek yang telah memenangkan berbagai penghargaan, Andrew Bromberg dari Aedas, salah satu firma arsitektur terbesar di dunia. THE LANA menekankan alam dan ketenangan di tengah CBD Alam Sutera yang semarak. Terdepan sebagai pengembangan terbaik di kelasnya yang menghadirkan desain unik dan kontemporer, juga fungsional serta nyaman untuk ditinggali. Setiap unit apartemen THE LANA menampilkan material-material berkualitas tinggi seperti marmer White Carara from Italia, peralatan high-end dan lemari bermerek. 

THE LANA terdiri dari dua menara setinggi 38 lantai, yang terdiri dari unit studio, 1 unit kamar tidur, 2 unit kamar tidur dan 3 unit kamar tidur sebanyak 564 unit yang memiliki luas sebanyak 56.000 meter persegi. Harga jual berkisar antara Rp 1 miliar sampai Rp 4,5 miliar. Didesain dengan mempertimbangkan kesehatan dan gaya hidup penghuninya, THE LANA memiliki fasilitas yang tak tertandingi dan tidak kalah dengan apartemen-apartemen mewah di Jakarta. THE LANA ini memiliki tiga kolam renang, termasuk 50 m infinity pool, sky deck yang besar, beberapa lounge dan fasilitas ruang rapat, sebuah pusat kebugaran yang luas, taman dan fasilitas air yang lengkap, area barbeque serta fitur unik untuk kesehatan, relaksasi lainnya, dan permainan seperti Thinking Boxes, Wayang Play Tower, Giant Hammock dan Solarium. 

THE LANA diharapkan selesai pada Q1 tahun 2020. Pelanggan dapat melihat dan merasakan pengalaman unik secara langsung proyek apartemen THE LANA dengan mengunjungi show unit di THE LANA Marketing Gallery, Alam Sutera.