Pengembang Singapura ini Optimis Sektor Properti 2018 Tumbuh Positif

1 Nov 2018

Jakarta, mpi-update. Pengembang real estate asal Singapura yang memfokuskan diri pada pasar properti di Indonesia, Brewin Mesa, mengaku optimis jika properti di Indonesia, khususnya wilayah Jabodetabek akan mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2018. Menurut Brewin Mesa, hal ini didasari oleh beberapa indikator, antara lain; menguatnya dukungan kebijakan dari pemerintah, perekonomian yang membaik serta situasi politik yang stabil.

“Kami memperkirakan pasar akan terus membaik pada tahun 2018, karena beberapa faktor, seperti dukungan kebijakan pemerintah mengenai pembiayaan perumahan yang tepat dan komitmen pemerintah untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Dengan perekonomian yang kuat, tentu akan berdampak pada pasar properti, membawa kepercayaan dan pembeli ke pasar properti,” ujar Presiden Direktur Brewin Mesa, Bill Cheng, saat menggelar acara diskusi bersama sejumlah media bertajuk; “Sudut Pandang Pengembang Singapura terhadap Bisnis Indonesia 2018” di Jakarta, Selasa (27/03).

Menurut Bill, dalam jangka panjang, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan luar biasa untuk sektor residensial karena profil demografi yang menguntungkan serta memiliki kebutuhan akan hunian lebih dari satu juta rumah dalam setahun.

“Meski sebagian besar terjadi perlambatan daya beli properti, khususnya bagi orang asing di Indonesia, namun sampai saat ini saya optimis bahwa pasar akan terus bertumbuh secara berkelanjutan untuk beberapa tahun ke depan. Dan saya yakin, bahwa pasar lokal cukup besar untuk mendukung laju pertumbuhan yang kuat,” jelas Bill.

Selain haqqul yakin pada kondisi ekonomi Indonesia secara makro, sikap optimis juga diimplementasikan Bill pada pembangunan dan penjualan proyek properti Brewin Mesa di Indonesia. “Saat ini kami tengah mempersiapkan proyek kedua setelah THE LANA. Kemungkinan proyek kedua tersebut akan berada di kawasan CBD Jakarta. Kami menargetkan proyek kedua tersebut akan dimulai setelah pemilihan presiden 2019 mendatang,” papar Bill.

Sementara itu, Stevie Faverius Jaya, General Manager Sales & Marketing PT Brewin Mesa, mengatakan, saat ini progres pembangunan THE LANA yang terletak di kawasan Alam Sutera sudah pada tahap penyelesaian pondasi. Dan pada April mendatang memasuki pembangunan struktur.

“Saat ini penjualan THE LANA sudah 45 persen, atau sekitar 220 unit dari total 550 unit. Karena pasarnya menyasar segmen kelas atas, proses penjualan tersebut relatif normal, terlebih progresnya masih sangat bagus dan jumlah unit kita juga terbatas,” jelas Stevie.

Menurut Stevie, kawasan Alam Sutera masih akan terus berkembang. Hal ini didukung dengan adanya pembangunan akses jalan tol dari Jakarta hingga Serpong dan nantinya akses langsung dari Kunciran ke Bandara Soekarno Hatta, sehingga akan semakin meningkatkan potensi kawasan ini.

THE LANA terdiri atas dua menara dan dikembangkan di atas lahan seluas 85.000 meter persegi. Ketinggian menaranya masing-masing 38 lantai dan merangkum 496 unit. Unit-unit di apartemen dengan nilai investasi sebesar Rp1,3 triliun tersebut ditawarkan mulai dari Rp1,5 miliar hingga Rp5 miliar. Riz